Halaman

    Social Items


Marvin Gaye adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas terbentuknya musik Motown pada awal 1960an. Marvin memulai karir musiknya sebagai in-house sessionist setelah dikeluarkan dari angkatan udara Amerika Serikat. Ia kemudian bergabung dengan vocal quartet bernama the Marquess yang menjadi background singer dalam beberapa show musisi yang besar pada masa itu, salah satunya adalah Chuck Berry.


Marvin Gaye sukses menorehkan namanya di industri musik setelah merilis tembang berjudul "Stubborn Kind of Fellow" dibawah label rekaman Tamla Records. Tidak lama setelahnya, lagu tersebut menduduki peringkat ke-8 di tangga lagu R&B dan ke-46 di tangga lagu Billboard Hot 100. Kemudian, Marvin Gaye akhirnya masuk ke kategori Pop Top 40 berkat lagunya "Hitch Hike".



Pada suatu sore tanggal 1 April 1984, Marvin Gaye mencoba melerai perkelahian antara ayahnya, Marvin Gaye Sr. dan ibunya, Alberta Gaye karena masalah dokumen asuransi yang hilang. Sebuah pertikaian yang sepele memang, tapi, siapa sangka bahwa sang penyanyi akan meregang nyawa setelahnya.


Pertikaian ini sebenarnya bermula dari 9 bulan sebelumnya, setelah Marvin Gaye menghentikan tournya akibat paranoia berlebihan yang disebabkan oleh adiksi narkotikanya yang makin parah. Pada malam hari tanggal 31 Maret 1984, pertikaian orang tua Marvin memuncak akibat sang ayah yang terus menerus berteriak kepada ibunya untuk mencari dokumen asuransi. Sang ayah kekeuh bahwa ini semua kesalahan sang istri. Tidak terima, Marvinpun akhirnya memulai pertengkaran fisik dengan sang ayah. Marvin Gaye memukul serta mendorong sang ayah di lorong lantai sampai tidak sadarkan diri.





Keesokan harinya, satu hari sebelum hari ulang tahunnya, sang ayah yang masih kesal karena perlakuan anaknya tersebut akhirnya keluar dari kamarnya. Sambil membawa senjata api model revolver yang berisikan peluru 38 kaliber, ia masuk ke dalam kamar Marvin dan menembak pas di bagian jantung Marvin. Setelah Marvin tidak sadarkan diri, sang ayah menghampirinya lagi dan melepaskan tembakan kedua di bagian bahunya yang membuat Marvin kehabisan darah dan meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit. 


Sidang pembunuhan Marvin Gaye diadakan di Los Angeles County Jail pada tanggal 2 November 1984. Sang ayah, Marvin Gaye Sr. berdalih bahwa ia tidak bermaksud membunuh anaknya melainkan, hal yang dilakukannya adalah upaya menjaga dirinya karena ia takut dengan sang anak. Setelah proses yang cukup panjang, hakim dan para penyelidik menerima permohonan banding Marvin Gaye Sr. setelah menggali bukti-bukti tragedi tersebut. Diantaranya adalah laporan autopsi Marvin Gaye yang menunjukan bahwa ada zat narkotika dengan volume besar dalam darahnya dan juga luka yang dialami Marvin Gaye Sr. setelah pertikaian fisiknya dengan sang anak.


Marvin Gaye Sr. akhirnya dijatuhi 6 tahun penjara serta 5 tahun masa percobaan. Sidang ini ditutup dengan tetesan air mata Gaye Sr. sambil berucap : “Jika saya bisa membawanya kembali, saya akan melakukannya. Saya takut padanya. Saya pikir saya akan terluka. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi. Saya mencintainya. Saya berharap dia bisa melangkah melalui pintu ini sekarang. Saya membayar konsekuensinya sekarang.”




Marvin Gaye : Tragedi Mengerikan Sang Prince of Motown


Marvin Gaye adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas terbentuknya musik Motown pada awal 1960an. Marvin memulai karir musiknya sebagai in-house sessionist setelah dikeluarkan dari angkatan udara Amerika Serikat. Ia kemudian bergabung dengan vocal quartet bernama the Marquess yang menjadi background singer dalam beberapa show musisi yang besar pada masa itu, salah satunya adalah Chuck Berry.


Marvin Gaye sukses menorehkan namanya di industri musik setelah merilis tembang berjudul "Stubborn Kind of Fellow" dibawah label rekaman Tamla Records. Tidak lama setelahnya, lagu tersebut menduduki peringkat ke-8 di tangga lagu R&B dan ke-46 di tangga lagu Billboard Hot 100. Kemudian, Marvin Gaye akhirnya masuk ke kategori Pop Top 40 berkat lagunya "Hitch Hike".



Pada suatu sore tanggal 1 April 1984, Marvin Gaye mencoba melerai perkelahian antara ayahnya, Marvin Gaye Sr. dan ibunya, Alberta Gaye karena masalah dokumen asuransi yang hilang. Sebuah pertikaian yang sepele memang, tapi, siapa sangka bahwa sang penyanyi akan meregang nyawa setelahnya.


Pertikaian ini sebenarnya bermula dari 9 bulan sebelumnya, setelah Marvin Gaye menghentikan tournya akibat paranoia berlebihan yang disebabkan oleh adiksi narkotikanya yang makin parah. Pada malam hari tanggal 31 Maret 1984, pertikaian orang tua Marvin memuncak akibat sang ayah yang terus menerus berteriak kepada ibunya untuk mencari dokumen asuransi. Sang ayah kekeuh bahwa ini semua kesalahan sang istri. Tidak terima, Marvinpun akhirnya memulai pertengkaran fisik dengan sang ayah. Marvin Gaye memukul serta mendorong sang ayah di lorong lantai sampai tidak sadarkan diri.





Keesokan harinya, satu hari sebelum hari ulang tahunnya, sang ayah yang masih kesal karena perlakuan anaknya tersebut akhirnya keluar dari kamarnya. Sambil membawa senjata api model revolver yang berisikan peluru 38 kaliber, ia masuk ke dalam kamar Marvin dan menembak pas di bagian jantung Marvin. Setelah Marvin tidak sadarkan diri, sang ayah menghampirinya lagi dan melepaskan tembakan kedua di bagian bahunya yang membuat Marvin kehabisan darah dan meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit. 


Sidang pembunuhan Marvin Gaye diadakan di Los Angeles County Jail pada tanggal 2 November 1984. Sang ayah, Marvin Gaye Sr. berdalih bahwa ia tidak bermaksud membunuh anaknya melainkan, hal yang dilakukannya adalah upaya menjaga dirinya karena ia takut dengan sang anak. Setelah proses yang cukup panjang, hakim dan para penyelidik menerima permohonan banding Marvin Gaye Sr. setelah menggali bukti-bukti tragedi tersebut. Diantaranya adalah laporan autopsi Marvin Gaye yang menunjukan bahwa ada zat narkotika dengan volume besar dalam darahnya dan juga luka yang dialami Marvin Gaye Sr. setelah pertikaian fisiknya dengan sang anak.


Marvin Gaye Sr. akhirnya dijatuhi 6 tahun penjara serta 5 tahun masa percobaan. Sidang ini ditutup dengan tetesan air mata Gaye Sr. sambil berucap : “Jika saya bisa membawanya kembali, saya akan melakukannya. Saya takut padanya. Saya pikir saya akan terluka. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi. Saya mencintainya. Saya berharap dia bisa melangkah melalui pintu ini sekarang. Saya membayar konsekuensinya sekarang.”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar