Tidak hanya dikenal sebagai seorang musisi, Mow Ray juga telah berbagi pandangannya di berbagai platform, termasuk podcast Goetlacc. Dalam episode "02.05: Rempah, Blues, dan Rock n Roll ft. Mow Ray," ia mengungkapkan pengaruh mendalam tradisi musik global terhadap proses kreatifnya. Perspektif ini menginspirasi pendengar untuk melihat musik sebagai sarana penyatuan dan refleksi budaya.
Sebagai seniman solo, Mow Ray telah merilis dua karya yang mencerminkan dedikasinya pada musik: Swara Bilik Rempah (2022) dan Raga on Oud (2024). Kedua album ini adalah eksplorasi mendalam terhadap perpaduan elemen tradisional dan kontemporer, menampilkan visinya yang unik dalam menciptakan musik yang melintasi batasan genre. Dalam album Swara Bilik Rempah, ia mengangkat warna-warni harmoni dari berbagai tradisi, sementara Raga on Oud menjadi bukti keahliannya dalam menginterpretasikan musik klasik Hindustan dengan gaya yang segar.
![]() |
| Swara Bilik Rempah (2022) |
![]() |
| Raga On Oud (2024) |
Di luar proyek solonya, Mow Ray juga aktif dalam berbagai kolaborasi musik yang menarik. Ia merupakan anggota dari trio MoTheoVishnu, Sound Anthropology, dan JAWARI. Proyek-proyek ini memungkinkan Mow Ray untuk mengeksplorasi lebih jauh sisi eksperimental musiknya. Bersama MoTheoVishnu, ia menciptakan harmoni yang unik melalui perpaduan gaya kontemporer dan tradisional. Di Sound Anthropology, ia berfokus pada eksplorasi lintas budaya dengan elemen-elemen musik global sama halnya dengan JAWARI yang merupakan kolektif musisi global.

![]() |
| 500 Days of Monsoon |
Proses produksi "500 Days of Monsoon" adalah perjalanan yang sangat personal bagi Mow Ray. Direkam dan mixing di studio ElecSonic dengan audio engineer William Reubin di Barnet, Inggris, Lagu ini sepenuhnya dimainkan oleh Mow Ray, termasuk vokal utama, backing vocal, dan seluruh instrumentasi. Mastering dilakukan di TDS Studios di Hackney, London, memberikan hasil akhir yang kaya dan emosional.
Sebagai musisi yang telah tampil di berbagai panggung ternama seperti Servant Jazz Quarters, SOAS Brunei Gallery, hingga Bloomsbury Festival, Mow Ray terus menunjukkan konsistensi dalam memperluas jangkauan musikalnya. Penampilannya di acara-acara bergengsi seperti London International Arts Festival semakin mengukuhkan reputasinya sebagai seniman lintas budaya yang membawa musik ke tingkat yang lebih tinggi.
![]() |
| Jawari at the London Intl. Arts Festival 2023 |
![]() |
| Sound Anthropology at The Nehru Center |
![]() |
| Mo and Friends |
![]() |
| ToMo Opening for Soumik Datta |
![]() |
| MoTheoVishnu at Rich Mix with Mehfil |
Rilisan terbarunya, "500 Days of Monsoon," bukan hanya sebuah lagu, melainkan langkah penting dalam perjalanan artistiknya yang penuh makna. Dengarkan dan nikmati karya ini sebagai bukti dedikasi dan kecintaannya pada musik yang melampaui batas waktu dan budaya.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar