Bagi kalian para penikmat lagu-lagu dari The Stone Roses, Happy Mondays, The Charlatans, atau New Order, kalian mungkin tidak asing dengan istilah madchester. Pergerakan kaum muda Inggris yang berpusat di kota Manchester ini menyeruak pada akhir tahun 80an. Istilah Madchester sendiri diambil dari judul EP oleh band Happy Mondays, "Madchester Rave On!" yang dirilis pada 1989 dan langsung diterima oleh kalangan media dan juga insan skena pada kala itu.
Awal Kemunculan
Penampilan Sex Pistols di Manchester
Manchester pada pertengahan 1970-an adalah kota yang tengah bergulat dengan perubahan sosial dan ekonomi. Penutupan pabrik-pabrik akibat deindustrialisasi meninggalkan banyak anak muda tanpa arah, sementara budaya musik arus utama dianggap monoton dan tidak relevan dengan kehidupan mereka. Dalam lanskap yang penuh ketidakpastian ini, sebuah gerakan kecil namun berpengaruh mulai tumbuh, dipicu oleh dua malam bersejarah yang akan membentuk wajah musik alternatif di Manchester selama beberapa dekade berikutnya.
![]() |
| poster promosi konser Sex Pistols |
Bagi banyak penonton, konser ini menyampaikan pesan bahwa bakat formal atau pelatihan musik bukanlah syarat mutlak untuk menjadi musisi. Banyak orang yang menonton pertunjukan Sex Pistols di Free Trade Hall ini yang kemudian menjadi musisi dan membuat band. Morrisey, pentolan The Smiths hadir menyaksikan konser tersebut dan kemudian membuat tulisan untuk NME, Mark E Smith vokalis band The Fall, Howard Devoto dan Pete Shelley dari The Buzzcocks, Bernard Sumner dan Peter Hook dari Joy division, juga Tony Wilson dan Martin Hannett dari Factory Records.
Beralih dari Post-punk
Semenjak Margaret Thatcher menjabat sebagai perdana menteri Inggris (1979-1990), ia memberlakukan kebijakan neo-liberal atau yang dikenal dengan istilah thatcherism yang dianggap lebih menguntungkan perusahaan-perusahaan besar dan menyudutkan kaum-kaum pekerja. Kondisi sosial ekonomi yang kelam pada saat itu memunculkan banyak musisi dan seniman yang mengekspresikan rasa kalut dan kekecewaannya kedalam karya-karya mereka. Hal ini pula yang terproyeksikan pada karakter musik gelap dan muram ala post-punk.
![]() |
| panggung terakhir Joy Division, Jumat, 2 Mei 1980 di High Hall, Universitas Birmingham |
Band-band post-punk dari Manchester, seperti Joy Division dan The Fall, membangun landasan dengan estetika gelap dan eksplorasi artistik mereka. Semangat eksperimental ini diwarisi oleh skena Madchester, tetapi dengan pendekatan yang lebih energik dan optimis. Setelah kematian Ian Curtis (vokalis Joy Division), sisa anggotanya membentuk New Order, yang memadukan elemen post-punk dengan musik dansa elektronik. New Order menjadi jembatan utama antara kedua era.
Seperti pada era post-punk, Manchester masih menghadapi dampak dari deindustrialisasi, tetapi generasi muda mulai melihat seni dan musik sebagai cara untuk merebut kembali identitas kota mereka. Madchester menawarkan pelarian dari realitas keras dengan menciptakan komunitas yang bersifat lebih meriah dan penuh energi positif dibandingkan dengan nada depresif post-punk.
Masuknya Pengaruh Acid House dan Budaya Rave
Pada pertengahan hingga akhir 1980-an, musik acid house dari Chicago mulai masuk ke Inggris dan menginspirasi munculnya budaya rave. Suara elektronik yang hipnotis dan atmosfer pesta besar menjadi fenomena yang menyebar di seluruh negeri, termasuk di Manchester. Perayaan rave sering kali diiringi oleh penggunaan MDMA (ecstasy), yang menciptakan rasa persaudaraan, euforia, dan pelarian dari realitas sosial yang keras.
Pada musim panas 1988 hingga 1989 dikenal dengan "Second Summer of Love". Periode ini dianggap sebagai puncak dari revolusi budaya rave dan acid house di Inggris. Manchester menjadi salah satu pusatnya. Perayaan rave besar-besaran di lokasi terbuka dan gudang-gudang kosong menciptakan komunitas yang antusias terhadap budaya musik dansa.
Upaya Factory Records dalam Membentuk Skena Madchester
Mengorbitkan band-band lokal Manchester
Factory Records memberikan tempat bagi artis-artis lokal untuk berkembang tanpa tekanan komersial yang biasa ditemukan di label besar. Beberapa kontribusi penting Factory Records terhadap skena Madchester meliputi:
- New Order: Setelah bubarnya Joy Division, New Order melanjutkan eksperimen musik post-punk dengan elemen elektronik. Lagu-lagu mereka, seperti "Blue Monday" (1983), menjadi pionir dalam menggabungkan musik dansa elektronik dengan sensibilitas rock.
- Happy Mondays: Salah satu band yang paling ikonik di skena Madchester, mereka menciptakan perpaduan unik antara rock, funk, acid house, dan gaya jalanan Manchester. Album seperti Pills 'n' Thrills and Bellyaches (1990) dirilis melalui Factory Records dan menjadi simbol energi Madchester.
- A Certain Ratio: Band ini memperkenalkan gaya funk-punk yang kaya dengan ritme dansa, memengaruhi evolusi musik skena.
Membangun Klub Malam Sebagai Pusat Budaya Rave
![]() |
| Klub Malam Haçienda |
Sosok-sosok Berpengaruh Dibalik Factory Records
Sosok-sosok dibalik Factory Records tentu sangat berpengaruh terhadap terbentuknya skena madchester. Beberapa sosok yang paling menonjol adalah Tony Wilson dan Martin Hannett.
Tony Wilson merupakan pendiri sekaligus wajah dari Factory Records. Pada 1978, Ia bersama Alan Erasmus, Rob Gretton, Martin Hannett, dan Peter Saville menciptakan wadah bagi bakat-bakat yang ada di Inggris, khususnya Manchester. Memiliki latar belakang sebagai jurnalis dan presenter, Tony Wilson memanfaatkan berbagai platform media sebagai sarana mempromosikan skena lokal, membantu membangun reputasi Manchester sebagai pusat budaya kreatif.
Tony Wilson
Sedangkan Martin Hannett, sebagai produser musik ia memainkan peran besar dalam membentuk suara unik dari artis Factory. Misalnya, ia menggunakan teknik produksi yang atmosferik dan inovatif untuk Joy Division, A Certain Ratio dan Happy Mondays. Gaya Hannett sering kali melibatkan manipulasi suara dengan efek yang menciptakan nuansa psikedelik dan introspektif.
Martin Hannett
Meskipun kontribusinya besar, hubungan Hannett dengan Factory Records dan artis-artisnya tidak selalu harmonis. Beberapa band merasa frustrasi dengan gaya produksinya yang perfeksionis dan eksperimen teknis yang memakan waktu lama. Setelah merilis beberapa karya sukses, Hannett berkonflik dengan Tony Wilson dan meninggalkan Factory Records pada awal 1980-an. Hal ini membuatnya kurang terlibat secara langsung dalam puncak skena Madchester, meskipun pengaruhnya tetap terasa.
Puncak Kejayaan Madchester
Kesuksesan Komersial Band-Band Kunci
Konser Spike Island oleh The Stone Roses (27 Mei 1990)
Top of The Pops
Band-band Madchester
Madchester yang berpusat di kota Manchester mencapai puncak ketenarannya pada peralihan dekade 80an ke 90an. Ketenaran skena ini menjalar ke beberapa kota lain di Inggris dan luar Inggris. Hal ini terbukti dengan munculnya band dan musisi dengan unsur-unsur yang serupa dengan madchester di kota-kota seperti London, Liverpool, Newcastle, bahkan hingga Skotlandia. Beberapa diantaranya adalah:Band Inti Madchester
![]() |
| Happy Mondays |
- The Stone Roses
Asal: Manchester
Lagu hits: Fools Gold, I Wanna Be Adored - Happy Mondays
Asal: Manchester
Lagu hits: Step On, Kinky Afro - Inspiral Carpets
Asal: Oldham (dekat Manchester)
Lagu hits: This Is How It Feels, She Comes in the Fall - 808 State
Asal: Manchester
Lagu hits: Pacific State, In Yer Face - A Guy Called Gerald
Asal: Manchester
Lagu hits: Voodoo Ray, Pacific
Band Pendukung Langsung
![]() |
| The Charlatans |
- James
Asal: Manchester
Lagu hits: Sit Down, Laid - The Charlatans (UK)
Asal: Northwich, Cheshire
Lagu hits: The Only One I Know, Then - Northside
Asal: Manchester
Lagu hits: Shall We Take a Trip, Take 5 - Paris Angels
Asal: Ashton-under-Lyne (dekat Manchester)
Lagu hits: Perfume (All on You) - The High
Asal: Manchester
Lagu hits: Box Set Go, Up and Down - New Fast Automatic Daffodils (New FADs)
Asal: Manchester
Lagu hits: Big, Fishes Eyes - The Mock Turtles
Asal: Middleton, Manchester
Lagu hits: Can You Dig It?, And Then She Smiles
Band yang Terpengaruh atau Terkait dengan Madchester
![]() |
| The Soup Dragons |
- Flowered Up
Asal: London
Lagu hits: It's On, Weekender - The Soup Dragons
Asal: Bellshill, Skotlandia
Lagu hits: I'm Free, Divine Thing - Primal Scream
Asal: Glasgow, Skotlandia
Lagu hits: Loaded, Movin' On Up - Black Grape
Asal: Manchester
Lagu hits: Reverend Black Grape, In the Name of the Father - Candy Flip
Asal: Stoke-on-Trent
Lagu hits: Strawberry Fields Forever (cover) - Sub Sub (kemudian menjadi Doves)
Asal: Manchester
Lagu hits: Ain't No Love (Ain't No Use) - Intastella
Asal: Manchester
Lagu hits: Dream Some Paradise - The Farm
Asal: Liverpool
Lagu hits: All Together Now, Groovy Train - World of Twist
Asal: Manchester
Lagu hits: The Storm, Sons of the Stage - The Wendys
Asal: Edinburgh, Skotlandia
Lagu hits: Pulling My Fingers Off, I’ve Seen It All Before - Electronic
Asal: Manchester
Lagu hits: Getting Away with It, Disappointed
Berakhirnya Kemeriahan Madchester
Masalah Internal Band-Band Utama
![]() |
| Pemberitaan Media terkait The Stone Roses |
Kebangkrutan Factory Records dan The Haçienda
Pergeseran Tren dan Selera Musik
![]() |
| Oasis, band britpop asal Manchester |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar