Lost in Translation adalah film ke-3 dari Sofia Coppolla. Film ini menghadirkan performa apik dari Bill Murray dan Scarlett Johansson. Film ini ditulis oleh sang sutradara sendiri. Sedangkan, Lance Accord bertanggungjawab atas sisi sinematografi.
Film ini juga sukses menorehkan beberapa prestasi di ajang film dunia, antara lain 3 nominasi dan memenangkan 1 piala Oscar di perhelatan Academy Awards tahun 2004 . Nominasi yang didapatkan film ini antara lain adalah ; Best Picture, Best Director, dan Best Actor. Film ini menang di kategori Best Original Screenplay. Selain di Academy Awards, film ini juga memenangkan kategori Best Motion Picture dan Best Actor di perhelatan Golden Globe Awards.
Menurutku, film ini mengangkat 3 tema utama. Kesendirian, Midlife Crisis dan Isolasi. Bob Harris yang sudah sepi tawaran film akhirnya setuju untuk jadi bintang iklan whisky, Suntory lebih tepatnya. Ia juga menemukan dirinya seperti kehilangan arah dalam hidupnya (midlife crisis). Ia sudah mendapatkan semuanya, ketenaran, kekayaan dan juga keluarga. Tapi, entah kenapa ia merasa hampa, kosong dan hilang tujuan. Disaat itulah, ia bertemu dengan Charlotte.
Charlotte menggambarkan kepolosan dan kemurnian seorang manusia. Seorang anak muda yang haus akan petualangan dan eksplorasi. Tapi, sekarang ia ada di belahan dunia lain yang dia juga tidak tau kenapa dan buat apa dia disitu. Charlotte menghabiskan sebagian waktunya berpetualang di Jepang, sendirian, karena sang suami sedang sibuk bekerja. Ia merasa terisolasi akibat kultur yang jauh berbeda, mungkin. Tangkapan frame ini mungkin bisa menjelaskan apa yang aku sampaikan dan rasakan
Berdua, mereka menulusuri kota Tokyo bersama. Di dalam gelembung mereka sendiri. Di dalam kesendirian. Lucu juga, kita bisa menikmati kesendirian bersama orang lain. Agak sedikit paradoxical kalau bisa dibilang. Walaupun kita tau bahwa mereka berdua sudah berkeluarga, hubungan yang mereka jalani secara singkat ini sangat cocok. Mengisi satu sama lain. Walau akhirnya harus kandas ketika Charlotte kembali ke Amerika.
Film ini juga mengenalkanku dengan band keren, yaitu the Jesus and Mary Chain dengan tembangnya "Just Like Honey" yang menutup film bittersweet ini. Bob dan Charlotte was fun while it lasted.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar