Andor! Salah satu karakter yang debut di Rogue One akhirnya punya seriesnya sendiri. Jujur, sesaat setelah aku mendengar berita bahwa seorang Cassian Andor akan dibuatkan seriesnya, aku merasa biasa aja. Ya, se-ignorant itu. Apalagi setelah kekecewaanku soal The Book of Boba Fett, yang menurutku sih gak banget. Disney emang selalu hit and miss soal pembuatan series. Entah itu dari Marvel kek ataupun Star Wars. Disney pertama kali nyoba bikin series Star Wars pada tahun 2019 lalu, the Mandalorian. Yang surprisingly bagus banget! Otomatis, ekspektasiku terhadap series-series yang melanjutkannya langsung melambung tinggi.
Pertama kali Andor debut di layar lebar, karakternya kalah bersinar dari Gyn Erso yang diperankan oleh Felicity Jones. Filmnya oke banget. Bayangin film perang ala Black Hawk Down tapi berlatar dunia Star Wars, di galaksi yang jauh sekali. Film ini ditutup oleh kematian semua kru Rogue One termasuk Cassian Andor. Mungkin, ini juga salah satu kenapa gak banyak orang yang minat sama series ini. Apa lagi yang mau dieksplorasi? toh, karakternya juga udah tutup usia. Tapi ternyata, salah besar! Serial ini bisa dibilang salah satu konten Star Wars PALING oke yang pernah aku tonton.
Series ini dibuat oleh penulis Rogue One sendiri, Tony Gilroy. Tony Gilroy tadinya gak tertarik buat menulis series ini, tapi setelah Disney mengirim draft skripnya, ia langsung merombak habis skripnya karena menurutnya, series ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Ia ingin menulis sesuatu yang "nyata" dan tentang orang yang "nyata" pula. Menurutnya, revolusi Galactic Empire memberi dampak yang cukup luas kepada triliunan orang di galaksi, mulai dari pekerja biasa sampai darah biru di Coruscant.
Series ini dibintangi oleh Diego Luna yang kembali memerankan Cassian Andor. Ada juga Stellan Skaarsgard, Kyle Soller, Adria Arjona dan Geneviene O' Reilly. Forest Whitaker juga kembali sebagai Saw Gerrera dan ada Andy Serkis juga yang memerankan Kino Loy, ini adalah karakter Star Wars keduanya setelah Supreme Leader Snoke.
Serial ini berlatar 5 tahun sebelum Battle of Yavin. Serial ini terdiri dari 3 struktur cerita yang dibagi 12 episode, dari insiden pembunuhan di Morlana One sampai pemberontakan para NAPI di planet Narkina-5.
Andor sendiri mengeksplorasi perspektif baru dari galaksi Star Wars, berfokus pada perjalanan Cassian Andor untuk menemukan perbedaan yang bisa ia buat. Serial ini mengedepankan kisah pemberontakan yang berkembang melawan Galactic Empire dan bagaimana orang dan planet terlibat. Ini adalah era yang penuh dengan bahaya, penipuan, dan intrik di mana Andor akan menempuh jalan yang ditakdirkan untuk mengubahnya menjadi pemberontak asli.
Dari 3 plot tersebut, kamu akan dibuat makin benci dengan Empire. Mulai dari cara mereka mengekang semuanya, menghabiskan sumber daya sampai-sampai tahanan yang diperlakukan secara tidak waras. Apa lagi tahanan politik! Di serial ini juga, aku merasa bahwa sebenarnya Rebellion gak sepenuhnya baik. Ada juga sisi gelapnya, Luthen Rael yang diperankan oleh Stellan Skaarsgaard bahkan tidak peduli jika dia harus mengorbankan para pemberontak lainnya demi kemakmuran Rebel Allaince. Memang itulah harganya perjuangan. Di serial ini juga, aku merasa bahwa Galactic Empire adalah sebuah kekuatan yang besar dan siapapun tidak bisa lari darinya, hal ini mengingatkanku dengan sosok Big Brother di novel 1984. Mereka ada dimana saja dan bisa berbuat apa saja.
Episode terbaik di serial ini menurutku adalah Episode 10 yang bertajuk "One Way Out". Di episode ini kita mengikuti pemberontakan para NAPI di Narkina-5 yang dipimpin oleh Kino Loy. Hal ini terjadi karena para NAPI mendengar kabar bahwa mereka tidak akan pernah bisa keluar dari penjara ini. Kalau toh mereka keluar, mereka hanya akan dipindahkan ke sel yang lain.
Serial ini tidak ada lightsabernya sama sekali! Tidak ada Jedi, tidak ada Sith, tidak ada Force. Pendekatan ground-level yang dilakukan oleh Tony Gilroy di serial ini tereksekusi dengan baik. Aku dibuat benar-benar fokus ke karakter dan hal yang dideritanya. Kalau tidak diingatkan, mungkin aku akan lupa ini adalah serial Star Wars. Series ini tidak ada pahlawan seperti serial atau film Star Wars lainnya, hanya ada perjuangan. Semuanya terasa kasar, gelap dan realistis.
Seperti series Star Wars lainnya, mereka shooting di set "virtual" yang diberi nama Stagecraft. Teknologi yang mengganti green screen dengan layar LED besar yang menampilkan landscape dan menyesuaikan gambar dengan pergerakan kamera. Sedangkan, beberapa scene dishoot di Skotlandia dan Britania Raya. Kukira, semua latar yang kita dilihat di serial ini nyata. Semuanya terasa halus, dan sinematografi yang dihadirkan serial ini bagus dan indah. Warnanya yang tidak terlalu tersaturasi membuat serial ini terlihat lebih kelam dan real.
Para pemeran di serial ini juga keren-keren semua. Kapabilitas akting yang dimiliki oleh Stellan Skaarsgard dan Andy Serkis menjadi highlight di serial ini. Diego Luna, dan Adria Arjona juga gak kalah keren.
Baru-baru ini, serial ini mendapat nominasi di kategori Best Drama Series dan Best Actor di perhelatan Critics Choice Awards. Menurutku, series ini wajib menang penghargaan paling tidak satu Emmy Awards tahun depan. Season 2 dari serial ini juga dalam proses produksi yang rencananya akan rilis tahun 2024 mendatang.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar